Education

SMIE is contributing to nation’s education by preparing qualified young generations. Educare in Caritatem, which have meaning of Educating with Love, is a motto which held firmly by Stella Maris in its roles of education to people based on Christian value

Macam Kepemimpinan Guru (Teacher Leadership)


19 Mar 2017

Kepemimpinan guru pada dasarnya merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain yang didalamnya berisi serangkaian tindakan atau perilaku tertentu terhadap individu yang dipengaruhinya. Kepemimpinan guru tidak hanya sebatas pada peran guru dalam konteks pada saat berinteraksi dengan siswanya tetapi menjangkau pula peran guru dalam berinteraksi dengan kepala sekolah maupun rekan sesama guru dengan tetap mengacu pada tujuan akhir yang sama yaitu terjadinya peningkatan proses dan hasil pembelajaran siswa. Kepemimpinan guru memfokuskan pada 3 dimensi pengembangan yaitu pengembangan individu, pengembangan tim dan pengembangan organisasi. Di Amerika sendiri, kepemimpinan guru sudah berlangsung sejak lama yang terbagi menjadi 3 macam yaitu:

  1. Kepemimpinan guru terkungkung dalam hierarki organisasi formal dan hanya berkutat dalam fungsi-fungsi pengajaran dibawah kendali ketat dari “atasan guru”. Guru hanya dipandang sebagai pelaksana keputusan atasan.
  2. Kepemimpinan guru telah lepas dari hierarki organisasi konvensional. Telah terjadi pemisahan antara kepemimpinan dengan fungsi pengajaran yaitu dengan dibentuknya semacam tim pengembang kurikulum secara formal. Meski demikian, kepemimpinan guru masih dibawah kendali tim pengembang kurikulum. Tugas guru adalah mengimplementasikan bahan-bahan yang telah disiapkan oleh tim pengembang kurikulum, pendekatan ini disebut dengan “remote controlling of teachers”.
  3. Konsep kepemimpinan guru telah mengintegrasikan pengajaran dengan kepemimpinan yang tidak bersifat formal. Kepemimpinan guru dipandang sebagai sebuah proses dengan memberikan kesempatan yang luas kepada guru untuk mengekspresikan kapabilitas kepemimpinannya. Konseptualisasi kepemimpinan guru dibangun atas dasar profesionalisme dan kesejawatan (dari James S. Pounder, 2006).

 

Terdapat berbagai macam gaya kepemimpinan yang bisa diterapkan guru dalam mewujudkannya seperti yang dikembangkan oleh Merideth (2000) dengan konsep kepemimpinan guru yang disebut REACH:

  • Risk-Taking: Guru berusaha mencari tantangan dan menciptakan proses baru.
  • Effectiveness: Guru berusaha melakukan yang terbaik, peduli terhadap pertumbuhan dan pengembangan profesinya dan bekerja dengan hati.
  • Autonomy: Guru menampilkan inisiatif, memiliki pemikiran yang independen dan bertanggungjawab.
  • Collegiality: Guru membangun kemampuan komunitasnya dan memiliki keterampilan, komunikasi interaktif.
  • Honor: Guru dapat menunjukkan integritas, kejujuran dan menjaga etika profesi.

 

Selain itu, guru dapat pula menerapkan gaya Kepemimpinan Transformasional seperti yang digagas oleh Bass yaitu:

  1. Idealized Influence: Guru adalah sosok ideal yang dijadikan sebagai teladan, dapat dipercaya, dihormati dan mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk kepentingan peningkatan mutu pembelajaran.
  2. Inspirational Motivation: Guru dapat memberikan motivasi seluruh siswa dan rekan sesama guru untuk memiliki komitmen terhadap visi organisasi dan mendukung semangat tim dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sekolah.
  3. Individual Consideration: Guru bertindak sebagai pelatih dan penasihat yang konstruktif bagi siswa maupun rekan kerjanya.