Education

SMIE is contributing to nation’s education by preparing qualified young generations. Educare in Caritatem, which have meaning of Educating with Love, is a motto which held firmly by Stella Maris in its roles of education to people based on Christian value

Macam-macam Generasi, Karakter dan Pola Belajar


09 Apr 2017

Mungkin selama ini Anda sering mendengar generasi Millenials, generasi X dan semacamnya. Lalu apa sih sebenarnya arti dari sebutan-sebutan tersebut? Dan apakah pengaruhnya pada pola belajar masing-masing generasi? Sebenarnya semua itu adalah pengelompokan bagi penduduk masyarakat sesuai dengan tahun kelahiran mereka. Pengelompokan ini berdasarkan tahun kelahiran dimulai pada tahun 1960-an. Saat itu generasi muda dinilai memiliki pandangan yang 180 derajat berbeda dengan generasi tua. Selama ini terdapat 5 generasi yang masih eksis hingga saat itu yaitu generasi traditionalist, baby boomers, X, millennials, dan Z. Karakteristik dari setiap anggota yang tergolongkan dari masing-masing generasi ini berbeda satu sama lainnya termasuk pola belajar masing-masing generasi.

 

GENERASI TRADITIONALIST

Merupakan generasi paling tua saat ini, yang termasuk dalam generasi ini lahir pada tahun 1925 – 1945. Kelompol ini adalah orang-orang yang semasa hidupnya masih sempat menyaksikan Perang Dunia II dan inilah pola belajar mereka:

#1. Percaya logika: Generasi traditionalist akan mudah memahami sesuatu yang dijelaskan secara logis. Ada pula yang mengatakan bahwa mereka tidak pandai dalam berimajinasi.

#2. Berorientasi pada masa lalu: Apabila sesuatu hal yang terjadi pada masa sekarang tidak terbukti benar atau tudaj sesuai dengan pengalamannya, maka hal tersebut tidaklah benar. Generasi ini pun cenderung mengambil keputusan berdasarkan apa yang terjadi di masa lalu atau yang biasa mereka sebut “belajar dari pengalaman”.

#3. Suka akan konsistensi dan keseragaman: Generasi ini akan menggunakan cara yang sama setiap memecahkan suatu permasalahan, meskipun suatu saat ada cara yang lebih mudah mereka akan tetap memakai cara yang lama.

 

GENERASI BABY BOOMERS

Generasi ini adalah orang-orang yang lahir tahun 1945 – 1964. Mereka disebut sebagai generasi baby boomers karena pada masa itu terjadi peningkatan angka kelahiran yang sangat signifikan. Kelompok masyarakat yang termasuk dalam generasi ini dianggap sebagai pihak yang mengubah nilai-nilai tradisi generasi sebelumnya dan inilah pola belajar mereka:

#1. Menyukai sekolah/kuliah: Guru/dosen akan sangat senang dengan antuasiasme yang ditunjukkan oleh generasi ini saat belajar karena generasi ini memang menyukai metode belajar dengan fasilitator. Selain itu mereka pun rajin mencatat.

#2. Mengaitkan pelajaran dengan pengalaman pribadi: Generasi ini memiliki caranya sendiri agar dapat memahami pelajaran dengan baik yaitu mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman pribadi masing-masing. Biasanya hal ini dilakukan dengan menulis sebuah cerita.

#3. Menyukai lingkungan supportive: Generasi ini senang berada di lingkungan yang positif dan supportive, mereka menghargai segala hal positif yang diberikan kepada mereka karena situasi ini akan membuat generasi ini memiliki performa yang lebih baik saat belajar. Dengan berarti guru pun harus memberikan perhatian ekstra pada generasi ini.

 

GENERASI X

Yang tergabung dalam generasi ini adalah orang-orang yang lahir di tahun 1965 – 1980, dan sempat dijuluki sebagai generasi MTV namun diganti pada tahun 1991 dan ini adalah gaya belajar mereka:

#1. Belajar secara cepat dan efisien: Mereka menyukai penjelasan yang singkat dan to the point, tidak perlu bertele-tele.

#2. Mempelajari yang akan memberikan manfaat: Generasi ini menyukai petunjuk yang rinci atau yang langsung memberikan manfaat. Sama seperti sifatnya yang menyukai penjelasan secara langsung, mereka lebih suka mempelajari hal-hal yang langsung memberikan manfaat.

#3. Menyukai waktu belajar fleksibel: Generasi ini lebih menyukai hal berbau individu daripada berkelompol karena pada dasarnya mereka lebih suka mengatur waktu mereka sendiri tanpa ketergantungan dengan orang lain.

 

GENERASI MILLENIALS

Generasi yang sedang mendominasi populasi dunia adalah generasi Millenials atau dikenal juga sebagai generasi Y. Kelompok yang tergabung dalam generasi ini adalah yang lahir pada tahun 1981 – 2000. Lalu seperti apa karakteristik mereka?

#1. Suka berkelompok: Berbeda dengan generasi X, generasi millennials menyukai aktivitas berkelompok.

#2. Selalu memanfaatkan teknologi dalam segala situasi: Teknologi merupakan suatu hal yang sangat erat hubungannya dalam kehidupan generasi ini. Oleh karena itu, dalam segala waktu sebisa mungkin mereka memanfaatkan teknologi.

#3. Experiential learning: Ini merupakan sebuat metode dimana mereka selalu mendapatkan suatu pelajaran dari pengalaman. Itulah mengapa mereka dari generasi ini lebih menyukai jika mengerjakan sesuatu tidak hanya sebatas teori namun juga praktik atau pelaksanaan, ini akan membuat mereka lebih aktif dan cepat meresap ilmu.

 

GENERASI Z

Yang termasuk dari generasi ini adalah yang lahir di tahun 2000 ke atas. Banyak yang beranggapan bahwa generasi ini mengalami banyak kejadian buruk sehingga orang tua dari generasi termuda saat ini cenderung lebih protektif terhadap mereka. Lalu bagaimana karakteristik mereka?

#1. Learning by doing: Hampir sama dengan generasi millennials dimana lebih menyukai mempelajari sesuatu dari pengalaman langsung, generasi Z ini pun lebih menyukai metode learning by doing. Mereka lebih suka bereksperimen atau praktik.

#2. Multi-tasking: Generasi Z dikenal sebagai generasi yang bisa mengerjakan beragam tugas atau mempelajari berbagai hal dalam satu waktu.

#3. Membutuhkan tujuan yang jelas dan feedback yang cepat: Generasi ini sebelum menerima sesuatu, mereka akan harus mengetahui tujuan dari hal yang mereka pelajari tersebut. Dan mereka lebih menyukai jika mendapatkan feedback cepat dari pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan.

 

Karakter dan pola belajar dari setiap generasi memang berbeda-beda, namun apapun cara belajarnya ilmu tetaplah ilmu yang harus terus dicari dan digali. Apakah referensi diatas sesuai dengan pola Anda mempelajari sesuatu?