Entrepreneurship

Stella Maris embeds the entrepreneurial spirit that develops the ability to interpret ideas into action and to build the entrepreneur characters in order to achieve goal to develop better education in Indonesia

STELLA MARIAN - Menanamkan Budaya Disiplin dan Peduli Sesama Sebagai Budaya Entrepreneurship


14 Feb 2018

Di Tahun Ajaran 2017-2018 ini ada banyak hal baru yang terjadi di Stella Maris School BSD, salah satunya adalah wajah baru Head of School Stella Maris BSD. Kamilus Inguliman, atau yang biasa disapa dengan Kamil Inglan merupakan pejabat baru Head of School Stella Maris School BSD mulai tahun ajaran baru ini. Bergabung sejak tahun 2004, Pak Kamil memulai karirnya dengan menjadi Guru BK (Counselor) untuk unit SMP dan terus mendapatkan kepercayaan untuk memegang jabatan yang lebih tinggi seperti Wakil Kepala Sekolah SMP hingga menjadi Kepala Sekolah SD. “Jika dalam hidup kita selalu setia dalam perkara-perkara kecil, Tuhan pasti mempercayakan perkara-perkara besar ke dalam tangan kita. Posisi yang saya capai saat ini pun menjadi sebuah tantangan dan tanggungjawab yang besar buat saya. Tentunya saya semakin termotivasi untuk bisa memberikan kontribusi lebih dan berdampak buat Stella Maris.” tanggapan dari Pak Kamil sendiri.

Dalam membuat gebrakan baru, Pak Kamil menciptakan program-program diluar program kerja yang ada, dengan tujuan untuk memaksimalkan kinerja dan pelayanan yang diberikan Stella Maris BSD. Salah satunya seperti membuat program pembelajaran sinergis bagi guru-guru mata pelajaran lintas unit agar pengetahuan mereka selalu bertambah dan terasah, ada lagi program Heart to Heart dimana para leader dikumpulkan untuk dapat membagikan aspirasi satu sama lain, sehingga pribadi lepas pribadi dapat saling mengerti satu sama lain dengan begitu tingkat kepedulian pada sesama pun meningkat; dan masih banyak lagi beberapa program baru yang semuanya diolah sedemikian rupa yang mengarah pada satu tujuan yaitu semata-mata meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di Stella Maris School.

Salah satunya adalah peningkatan kualitas kurikulum entrepreneurship, dimana Stella Maris mengusung kurikulum ini sebagai hal yang ingin difokuskan pada siswa didik untuk menciptakan generasi muda bangsa yang siap untuk tantangan global masa depan. Hari-hari ini entrepreneurship menjadi sebuah budaya yang ingin ditanamkan kepada siswa dari sejak dini. Bukan hanya menjadi sebuah kurikulum yang wajib diikuti oleh siswa, namun juga menjadi kebiasaan dan keinginan yang timbul dari dalam hati peserta didik itu sendiri. Hingga saat ini banyak hal yang sudah dilakukan untuk meningkatkan budaya entrepreneurship sendiri, salah satunya adalah program yang baru saja diluncurkan bagi siswa SMA yaitu Stema Startup. Seluruh kegiatan dan penerapan kurikulum entrepreneurship sendiri sudah diatur sedemikian rupa di setiap jenjang pendidikan agar anak-anak tetap mendapatkan pembelajaran yang disesuaikan dengan porsi masing-masing.

“Dalam penerapan kurikulum dan karakter entrepreneurship sendiri, saya rasa sangat perlu sekali menanamkan budaya dasar untuk menjadikan sebuah fondasi atau lebih kita kenal sebagai value dari apa yang hendak kita tanamkan buat anak-anak didik. Budayanya yaitu seperti disiplin dan caring. Dimana 2 hal ini adalah fondasi dasar dari sebuah kesuksesan dalam segala aspek. Saya rasa setiap orang sukses di dunia ini, tidak terlepas dari disiplin diri yang ditanam; maka disiplin merupakan hal dasar yang harus ditanamkan di Stella Maris untuk membentuk generasi yang mempunyai habit disiplin. Sementara caring, dengan adanya budaya kepedulian akan sesama mempermudah dan mempererat hubungan antar sesama dimana kita ini makhluk sosial yang saling membutuhkan. Saya rasa itu yang akan menjadi fokus kami disamping nilai-nilai yang sudah ada di Stella Maris.” Ungkap Pak Kamil.

Lebih dari 13 tahun Pak Kamil mendedikasikan dirinya untuk melayani di Stella Maris, lalu apa yang membuat seorang ayah dari 4 orang anak ini setia dalam melayani di dunia pendidikan?

“Dalam waktu kurang lebih 13 tahun ini Stella Maris banyak memberikan saya kesempatan untuk mengembangkan diri dari segala aspek, yang saya rasa belum tentu bisa saya dapatkan di tempat lain yang memang dulu saya pernah juga mendapat tawaran untuk bergabung di institusi pendidikan lain. Selain itu juga saya dalam perihal pendidikan anak-anak saya pun merasa terbantu sekali, diberikan kemudahan oleh pihak manajemen yang saya amat syukuri akan hal ini,” ungkap pria yang memiliki hobi olahraga ini. “Untuk masalah duka, saya rasa tidak ada hal yang sempurna di dunia ini. Semua tergantung bagaimana kita memaknai dan mensyukurinya saja. Begitu banyak hal yang menarik dan sukacita yang saya dapat dari Stella Maris sehingga saya rasa hal-hal yang membuat tidak nyaman itu sirna begitu saja,” lanjutnya kembali.