Entrepreneurship

Stella Maris embeds the entrepreneurial spirit that develops the ability to interpret ideas into action and to build the entrepreneur characters in order to achieve goal to develop better education in Indonesia

STELLA MARIAN - Semakin Banyak Memberi Semakin Banyak Yang Diterima


17 Jan 2018

Bak ilmu padi, kian berisi kian runduk. Sebuah peribahasa yang dapat mencerminkan diri seorang Andreas Budiarto, seorang Koordinator Entrepreneur Stella Maris School BSD yang juga mengajar sebagai Guru Entrepreneur untuk jenjang SD kelas 6 dan jenjangn SMA kelas 10. Pasalnya dalam hal mengajar, ia lebih suka menyebutnya sebagai berbagi ilmu (sharing knowledge) ketimbang mengajar. Dimana berbagi ilmu terjadi komunikasi dua arah antara guru dan murid, dapat saling bertukar pendapat dan pikiran. “Karena prinsip saya semakin banyak berbagi ilmu kepada orang, saya pun yakin akan mendapat ilmu baru juga dari orang lain entah apapun itu.” Ungkapnya.

Kecintaannya dalam dunia mengajar dan berbagi ilmu adalah berawal dari semasanya kuliah di sebuah universitas di Yogyakarta jurusan Ekonomi, Andreas biasa ia disapa, mendapat kepercayaan dari dosen untuk menggantikan mengajar ketika dosen tersebut berhalangan hadir. Ketika pertama kali ia coba untuk mengisi mata kuliah dosen tersebut ia menemukan ketertarikan di dunia mengajar dan setelah itu ia mencoba untuk memfokuskan diri menjadi dosen pengajar di sebuah universitas di Madiun jurusan Ekonomi. “Jadi untuk menjadi seorang dosen itu ada Tri Darma yang harus diterapkan yaitu Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Pengajaran. Selama menjadi dosen saya terlalu asyik dengan satu bidang saja yang akhirnya tidak memenuhi persyaratan untuk melanjutkan diri sebagai dosen. Namun pada dasarnya saya ini memang suka berbagi ilmu, jadi itu yang terus saya lakukan.” Ungkap pria kelahiran Yogyakarta, 23 April 1984. Karena kecintaannya pada berbagi ilmu maka ia memilih untuk menjadi guru di Stella Maris School BSD meskipun baginya merupakan sebuah tantangan tersendiri karena pasalnya mengajar murid usia sekolah dengan mengajar mahasiswa merupakan dua hal yang berbeda. “Saya merasakan banget perbedaannya, bedanya adalah ketika saya dengan mahasiswa, saya memberikan ilmu kepada mereka tentang apa yang saya kuasai dengan teknik pemberian materi pembelajaran yang berbeda. Namun ketika saya menjadi seorang guru di sekolah saya tidak bisa hanya sekedar mengajarkan mereka tentang sesuatu, tapi saya harus mendidik mereka. Buat saya mengajar dan mendidik adalah dua hal yang memiliki makna yang beda,” lanjutnya lagi.

Menjabat sebagai Koordinator sekaligus Guru Entrepreneur di Stella Maris School BSD yang dimana Entrepreneur merupakan suatu fokus kurikulum yang ditanamkan kepada seluruh siswanya dari jenjang TK hingga SMA, merupakan hal menarik bagi Andreas. Selain ia menguasai bidang ekonomi secara teori, ia pun juga merupakan pelaku di dunia entrepreneur itu sendiri. Berawal dari semasa ia lulus kuliah, ia membantu beberapa teman dalam pembuatan skripsi. Baginya menyediakan jasa pembuatan skripsi tidak sekedar menerima bayaran dan membuatkan skripsi yang hanya menyadur dari internet, ia selalu memiliki prinsip bahwa setiap yang menerima jasanya harus tau betul isi materi yang ia kerjakan. “Buat saya sebagai penyedia jasa pembuatan skripsi, saya tidak hanya copy-paste atau plagiat dari bahan-bahan yang ada di internet. Saya pun melakukan penelitian dan benar-benar membuat semuanya dari awal. Dan ketika materi skripsi itu sudah jadi, saya pun tidak hanya memberikan dan selesai sampai disitu. Saya pastinya akan meminta mereka untuk membaca kembali materi tersebut agar mereka tau betul jiwa dari skripsi tersebut,” ungkapnya. Dengan kata lain penerima jasa tersebut dituntut untuk memahami ilmu yang sudah mereka pelajari semasa kuliah, dan ia pun juga memiliki pengetahuan ilmu yang baru mengenai banyak hal.

Kemudian membuka jasa Tour & Travel Independent yang bergerak tanpa ada keterikatan dengan travel agency manapun. Itu pun berawal dari membantu teman orang tuanya yang ingin berlibur di sekitar Yogyakarta dan ia mendapat pengetahuan baru mengenai dunia pariwisata yang membuka peluang baginya untuk membuka sebuah usaha dibidang jasa travel. Ia pun bercerita bahwa timbulnya keinginan untuk memiliki uang penghasilan tambahan atas didikan dari ibunya. “Dulu semasa kuliah, ibu saya hanya memberikan uang bulanan sebesar Rp 250.000,- yang dimana beliau berpesan bahwa uang itu bagaimana caranya harus cukup untuk segala keperluan saya selama sebulan. Dari situ membuat saya berpikir untuk mencari cara agar dari 250.000 itu bisa berkembang. Puji Tuhan sih bisa kebeli macem-macem. Dan itu berlanjut sampai saya mengambil kuliah S2 dengan jumlah uang bulanan yang sama.”

Baginya apa yang ia pelajari mengenai ilmu ekonomi semasa kuliah dan apa yang ia tekuni secara langsung sangat berguna bagi bekalnya memberikan pengajaran mengenai entrepreneur di Stella Maris School BSD.  Karena pada dasarnya memberikan pengajaran akan sesuatu akan terasa lebih mudah jika sudah ditekuni terlebih dahulu. Ia pun merasa bangga terhadap apa yang menjadi fokus dari sekolah dimana tidak hanya menanamkan jiwa kewirausahaan pada anak-anak namun juga menanamkan karakter seorang entrepreneur yang secara tidak disadari sebenarnya sudah semakin tumbuh di diri masing-masing anak.