09Jul

Ucapan Syukur 20 Tahun Stella Maris - Suka Cita Di Bali Bersama Stella Maris

(Oleh: Metha Dewi - MPR, Stella Maris International Education)

Tidak biasanya Stella Maris International School, Gading Serpong dini hari tanggal 18 Juni, 2015 pukul 03.00 WIB ramai oleh beberapa staff yang berkumpul. Ada apa gerangan? Hari itu adalah hari dimana kurang lebih 200 karyawan terpilih Stella Maris International Education akan melakukan perjalanan wisata dan ziarah bersama ke Pulau Dewata, Bali. Beberapa staff terlihat sudah siap dengan barang bawaannya menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan jam penerbangan yang dibagi menjadi 2 grup yaitu pukul 06.20 WIB untuk Grup 1 dan pukul 07.20 WIB untuk Grup 2. Perjalanan wisata dan ziarah ke Bali ini berlangsung selama 3 hari 2 malam yaitu tanggal 18 Juni, 2015 sampai dengan 20 Juni, 2015.

Saya begitu bersemangat melakukan perjalanan ini karena ini akan menjadi kali pertama untuk saya ke Bali. Perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Ngu Rah Rai Bali memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Sesaat setelah sampai kami semua disambut oleh pemandu wisata yang memakai pakaian tradisional kebaya. Untuk grup penerbangan 1 akan dibawa langsung menikmati Pantai Pandawa sambil menunggu grup penerbangan 2. Selama perjalanan di bus menuju Pantai Pandawa pemandu wisata kami yang memperkenalkan diri dengan nama Mbok Dewi banyak memberikan kami pengetahuan singkat mengenai tradisi yang ada di Bali. Contohnya sebutan Mbok untuk kakak perempuan, Bli untuk kakak laki-laki di Bali, sejarah singkat pembangunan tol terpanjang di Indonesia yang dibangun diatas perairan, peraturan pemerintah mengenai sistem pembangunan di Bali yang membuat kami mengerti mengapa di Bali yang merupakan wisata Internasional tidak memiliki gedung-gedung pencakar langit seperti di Jakarta, hingga sejarah singkat dari berdirinya Pantai Pandawa.

Di Pantai Pandawa kami diberikan waktu 1 jam untuk menikmati pasir, tak sedikit yang mengabadikan momen sukacita baik sendiri, bersama dengan pasangan maupun dengan anggota tim unit. Setelah puas menikmati deburan ombak di Pantai Pandawa kami kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke Puja Mandala yang merupakan tempat ibadah yang memiliki keunikan yaitu terdapat 5 rumah ibadah berbeda di dalam satu lokasi. Disana menjadi titik temu dengan anggota rombongan grup penerbangan 2, dan kami melanjutkan perjalanan kami ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park. Disana kami menikmati santap makan siang bersama dan setelah itu kami mengeksplorasi Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk mengabadikan momen-momen bersama. Tepat di sebelah patung besar Garuda Wisnu Kencana terdapat satu pura dimana kita bisa memohon doa dengan ritual minum air dari sumur dipandu oleh tetua di tempat itu, konon katanya doa yang dipanjatkan di tempat itu dapat terwujudkan. Tapi itu hanya sebuah mitos, kita harus kembali pada keyakinan yang kita anut.

Setelah puas menikmati GWK kami diajak untuk membuang pipis di Karang Kurnia. Tunggu dulu, buang pipis disini bukan berarti buang air kecil, di Bali pipis memiliki arti uang. Jadi buang pipis adalah buang uang atau berbelanja. Karang Kurnia adalah pusat belanja oleh-oleh khas Bali yang tergolong murah, disana kami semua berburu oleh-oleh untuk sanak saudara dan keluarga tercinta. Saya pun puas berbelanja disana, banyak barang yang bisa dibeli yang memiliki ciri khas bali seperti sarung bali, sabun, baju bali, dan lain sebagainya. Perjalanan hari pertama kami di Bali ditutup dengan perjalanan ke Pantai Jimbaran untuk menikmati sunset sambil makan malam bersama. Kami pun dihibur dengan live music yang dipersembahkan baik dari tim organ tunggal maupun rekan-rekan kami di Stella Maris yang menyumbangkan suara indahnya untuk menghidupkan suasana. Sukacita sangat terasa kala itu ketika semua rekan-rekan Stella Maris diajak bergembira dan menari bersama dengan lagu-lagu yang menghibur. Setelah itu kami menuju ke hotel tempat kami menginap dan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan yang tak kalah seru di keesokan harinya.

   

Hari kedua di Bali kami dibagi menjadi 2 kelompok, bagi non-muslim akan pergi ke Goa Maria Palasari sementara bagi peserta muslim akan pergi ke Bedugul. Di Goa Maria Palasari kami melakukan misa syukur bersama dan dilanjutkan dengan makan siang. Setelah itu kami semua berkumpul kembali di Uma Dewi Kecak & Sanghyang Dance untuk menonton pertunjukkan Tari Kecak. Atraksi yang menakjubkan ini diakhiri dengan seorang penari yang dirasuki oleh arwah leluhur dan mempertunjukkan atraksi mematikan api dengan kaki telanjang. Perjalanan dilanjutkan dengan ke Restoran Canangsari untuk menyantap makan malam yang kemudian dilanjutkan ke Pusat Perbelanjaan Oleh-Oleh Khas Bali Krisna. Disana kami kembali diajak untuk buang pipis bagi yang belum puas, disini pilihan barang lebih lengkap dan berkualitas. Ini merupakan akhir perjalanan kami di hari kedua di Bali. Meskipun kami tiba di hotel sudah larut malam dan kegiatan seharian yang cukup padat tapi tidak menyurutkan semangat para peserta untuk bersenang-senang sambil berenang bersama di kolam renang hotel tempat kami menginap. Setelah puas berenang kami semua kembali ke kamar hotel untuk beristirahat.

Tanggal 20 Juni, 2015 menjadi hari terakhir perjalanan kami di Bali. Tujuan pertama kami di hari ketiga ini adalah Bali Bird Park, dimana kami dapat menikmati keanekaragaman dan keindahan burung-burung maupun satwa reptil dari  berbagai negara. Disini tidak lupa juga kami berfoto bersama dengan burung-burung berbulu indah yang memang sudah diijinkan oleh petugas satwa. Perjalanan dilanjutkan ke pusat perbelanjaan Joger. Katanya belum sah ke Bali kalau belum mampir kesini. Dan akhirnya, Tanah Lot menjadi tujuan wisata dan ziarah kami terakhir sebelum kami menuju ke bandara Ngu Rah Rai untuk kembali ke Tangerang. Disini kami berfoto bersama seluruh peserta untuk mengabadikan momen kebersamaan selama di Bali. Terima kasih untuk Stella Maris International Education yang telah memberikan kami kesempatan untuk dapat berlibur dan berziarah seperti ini. Semoga di tahun-tahun kedepan berkat Tuhan selalu menyertai dan Stella Maris semakin menjadi berkat untuk orang banyak. Stella Maris...Go Yes!!